Saturday, September 22, 2012

Hi Miiko Addict in class!

Hai Miiko, a Japanese Manga series created by Eriko Ono. This anime is starred by Yamada Miiko and Eguchi Tappei. The story of this comic suitable with teenager life early. About love, friendship, girls, silly things and everything about teenager's life. I'm very interesting with it!!! I always waiting for the next episode. I love the characteristic of them, not too childish although the actor/actrees is a kids.

A couple weeks ago one of my friend want to borrow my 24th series of Hai Miiko. and the other one heard that, so she want to borrow the other one. but I just have some, so I decided to limit it. One of my friend, Dita said that she have so many, maybe almost complete. so half of class, include me scramble to borrow that.

The next day, Dita brought so many comic of Hai Miiko. We're became dangerously when scramble it :p and we are became addict of Hai Miiko.. I'm sure! and that's all the fact....


 Mbak Imas, Intan, Windhi and Nia. they're the smartest. addict of miiko too
Mbak Imas. in front with veil and glasses on the right side 
Intan
Nia and Windhi. two of the smart students of the class. addict miiko!  
LOL!

 Hahahahah LOL. they know that they captured and they still pose with Miiko :p Are they really addict with it? I dont know, but for me YES! hahaha. and below, thats me. hihihi.
I think its close enough. sorry if you are not understand what I mean. bcs I just want to apply my english here. XO.

Me addicated with Miiko


Friday, September 14, 2012

Kalian Hebat, Teman-teman


Udah lama nggak nulis disini. Sebenernya buanyak yang harus ditulis disini, tp mood selalu pas nol. Kebetulan sekarang mood lg plus plus. Kebetulan ini nulisnya pas liburan. Late post! Ya lagi-lagi mood selalu jadi nol. Tulisan ini udah jadi draft berbulan-bulan sih ya. Haha, no problem! Yang penting di post. Kebetulan kali ini lagi liburan. Liburan yang singkat tapi terasa lama dan hampa. Ya pasti udah tau kan kenapa hampa. ha ha ha ;;;;;___;;;;; *skip*

****

kebetulan sebelum liburan kali ini itu ada rapotan. Yep, rapotan semester 3 sekaligus penentuan siapa yang lebih siap lulus lebih cepet dan siapa yang enggak. Hal ini udah diwanti-wanti sama guru bk dari awal semester sampe bosen. Selalu di wanti-wanti. Setiap ketemu orangnya, pasti diwanti-wanti. Lagi-lagi Beliau gak bosen ngingetinnya, tapi saya sudah terlalu bosen jadi respon dari akunya sendiri pun cuma dikit. Dan saya kualat...

Beberapa hari setelah ujian semester 3 itu wali kelas ku sama guru bk ku udah ambil keputusan kalo bakal ada anak yang dipindah kelas kan. Satu kelas gupuh. Kita gupuh. Aku dan teman-teman gupuh. Sengaja diulang biar tegang. Yep, kita harus siap dengan segala resikonya. Kenapa aku bilangnya kita bukan salah satu dari kita? Karna yang pindah nggak cuman satu. Underlined!
Seminggu sebelum rapotan ada 2 anak dari kelas kita yang di sms guru bk orangtua disuruh ke sekolah. Salah satu dari mereka berdua ada yg sms ke aku. Tanya apa orangtuanya disuruh ke sekolah? Aku kaget di sms gitu. Serius. Pikiranku pertama disitu cuma satu, Pak Ming. Guru Tatib yang paling hafal kalo aku telat. Udah pernah ngancem skors ke aku. Rasanya nggak rasional kalo Pak Ming manggil orangtuaku ke sekolah gara-gara telat. Pft. Icin bos. *fokus*

****

Pas hari orangtua mereka dipanggil ternyata itulah hari pemvonisan. Sedikit hiperbola biar kesannya keren.  Satu kelas kaget karna nggak cuman 2 dari mereka yang di’vonis’ ada satu lagi yang mengundurkan diri soalnya dia ngerasa jos di IPS, yep sang tepak lengkap. Terlalu lebay? Terlalu geje? Ya biarin, yang nulis kan aku. Masalah buat looooooo?

Akhir cerita sih, kita kehilangan 4 pejuang. Sebenernya yang satu nggak pantes dibilang pejuang dari kita. Karna baru beberapa hari masuk kelas udah pengen keluar. Pejuang darimana -_- yep masuk 19 keluar wes modar kabeh. Jangan bersedih! Jangan merasa susah! Jangan merasa minder! Kalian harus bersyukur! Kalian di posisi yang tepat! Bersyukurlah! Suksesmu di jalan yang sekarang kalian jalani, Teman.

Dan aku ada beberapa pesan buat kalian, Pejuang-pejuang

Si Garang Anak Gaul Paskibra, kamu sekarang jadi bisa ikut paskib full lagi kan? Mimpimu akan menjadi nyata. Tsah. Semoga jadi TIM MOS taun depan! Harus jadi TIM MOS! Awas sampe gak! Sepak kene! Kalo aku yang mbok MOS-i paling aku sing paling nglamak dewe dan yang paling suka ketawa kalo kamu masuk. Xixix. Bolomu K-Popers ndek kelasmu pasti luwih akeh... Cemungut Anak Gaul Paskibra. Salam Paskibra *tepuk pramuka* ini mulai gak jelas..

Si Pencerah yang Temannya Sekampung Halaman, Semoga dikelasmu yang sekarang no males maneh. Tetaplah jadi penyemangat bagi temen-temenmu. Semoga teman-temanmu bisa menjadi temanku juga. “He, kate nang ndi?” Saya akan pakai kalimat ini untuk menjaring teman biar banyak..

Si Tepak Lengkap, wah pasti suasana disana lebih tentrem gak ada yang ngenyek-ngenyek lagi pas kayak di kelas lama. Semoga kerasan dan menjadi orang yang benar-benar sukses! Jadilah pelajar tersukses dikelasmu yang baru! Tsah. Tapi serius, aku membutuhkan orotan tutup dan isolasimu....

****

Kita sukses di jalannya masing-masing. Kita emang nggak sekelas lagi, tapi masih satu sekolah. Rausah mellow galaw gak jelas. Awakdewe sek iso kumpul-kumpul bareng. Lihatlah orang-orang paling sukses di Dunia, mereka pernah gagal di sekolahnya. It will be alright. You can be one of them. Not you, Us. Kalian hebat teman-teman. Berani mengambil resiko. Much tumbs up to you. Eh gak sido ngkok ke gr an.
Saya tresno kalian. Tapi sayangnya, kalian tak tresno saya.  <//////3

Kecup basah dari saya :*

Lelaki Berjaket Menyebalkan


Hey kamu, lelaki berjaket yang berjalan dari arah berlawanan
Iya, kamu yang selalu menggunakanjaket dickies kelabu
Sungguh aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tadi saat berpapasan denganmu
Kau melihatku dengan tatapanmu yang mengejekku itu karena aku terlambat datang ke sekolah
Sungguh menyebalkan
Aku ingin membela diriku saat itu juga
Dan aku mencoba membalas pandangan itu saat kamu memandangku
Namun sungguh tak pernah kusangka
Cara kita saling memandang seperti saling mengejek satu sama lain!
Kau yang terlalu tinggi atau aku yang terlalu pendek? Entahlah...
Seperti aku sedang melihat seekor jerapah, terlalu tinggi dan terlalu silau untuk kupandang wajahmu
Dan seperti kamu sedang melihat seekor domba kecil, terlalu kecil dan terlalu imut untuk dipandang
Hahaha lupakan saja peristiwa ini, terlalu tolol untuk diingat! Hahahah